Laporan Praktikum Sistem Respirasi

on Sunday, 25 September 2011
Laporan ini dibuat ketika saya masih duduk di kelas XI. Daripada hanya tersimpan sebagai file, mungkin lebih baik dipublikasikan kepada teman-teman sebagai salah satu referensi pelajaran, khususnya biologi di SMA YPVDP :).. Mohon maaf kalo ada kekurangan ya.. Semoga bermanfaat!


LAPORAN PRAKTIKUM
Hari/tanggal praktikum : Kamis, 17 Februari 2011
Tempat : Laboratorium Fisika (Ruang W)
Pembimbing : Dra. Herfen Suryati
Judul Praktikum : Respirasi
Pemakalah :
Afina Alfasia
Indira Dayang Mahdayana
Helwin Andrealin
Kelas : XI IPA 1
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kita dapat hidup tanpa makanan dan minuman selama beberapa hari, tetapi kita perlu bernapas setiap beberapa detik. Hanya sedikit orang yang dapat tetap hidup lebih dari lima menit tanpa bernapas. Mengapa kita perlu bernapas?
Kita perlu bernapas untuk memasukkan oksigen dari udara dan mengeluarkan gas buangan, yaitu karbon dioksida. Oksigen tersebut diperlukan oleh sel-sel tubuh untuk melakukan respirasi. Respirasi adalah serangkaian reaksi biokimiawi yang memerlukan oksigen untuk mengoksidasi atau membakar zat-zat makanan guna menghasilkan energi yang diperlukan makhluk hidup dengan hasil samping berupa karbon dioksida. Energi diperlukan oleh tubuh makhluk hidup untuk melakukan berbagai aktivitas kehidupan, seperti bergerak, tumbuh, dan berproduksi.
Setiap makhluk hidup pasti bernapas. Pada setiap manusia ataupun hewan frekuensinya berbeda antara satu dengan yang lain. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah besarnya kapasitas paru-paru seseorang.
Dalam beberapa percobaan kali ini, kita dapat mengetahui apa yang menjadi bukti bahwa setelah kita menghirup oksigen kita akan menghembuskan karbondioksida. Selain itu kita juga mengetahui bahwa memang semua makhluk hidup itu bernapas.

B. Tujuan
1. Membuktikan bahwa pernapasan pada seranga membutuhkan oksigen
2. Melihat faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada serangga pada saat bernapas
3. Mengetahui dan menghitung kapasitas vital paru-paru
4. Membedakan kapasitas vital paru-paru laki-laki dan perempuan
5. Membedakan kapasitas paru-paru olahragawan dan bukan olahragawan
6. Membuktikan bahwa proses ekspirasi mengeluarkan gas karbondioksida
7. Membandingkan kadar CO2 dlm udara dengan CO2 hasil pernapasan

II. MATERI POKOK

catatan Sistem Pernapasan : prestasiherfen.blogspot.com

III. METODE PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN

A. PERNAPASAN MENGELUARKAN CO2
Pendahuluan
Bernapas berarti memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Oksigen diangkut oleh darah ke sel-sel tubuh. Di dalam sel terjadi proses pembakaran bahan-bahan makanan oleh oksigen dan menghasilkan karbondioksida. Seperti reaksi dibawah ini!

Tujuan Percobaan
Membuktikan bahwa proses ekspirasi mengeluarkan gas karbondioksida
Membandingkan kadar CO2 dlm udara dengan CO2 hasil pernapasan

Alat dan bahan
1. Dua buah botol dan beri label A dan B
2. Dua buah pipa kaca dengan diameter0.5 cm
3. Dua buah sumbat gabus berlubang 2 dengan diameter 0.5 cm
4. Air kapur bening

Cara kerja
1. Pasang perangkat percobaan seperti gambar dibawah ini!
2. Sumbat pipa B dengan menggunakan ibu jari, kemudian hirup udara melalui pipa C selama 2 menit
3. Buka sumbat pipa B, kemudian hembuskan napas melalui pipa C, selama 2 menit
4. Bandingkan perubahan air kapur pada botol A dan B

Analisis Data
1. Berdasarkan hasil pengamatanmu tabung mana yang lebih keruh? Mengapa demikian?
*tabung hanya 1

2. Mengapa air kapur dapat menjadi keruh? Jelaskan analisamu tentang keadaan ini!
Karena terdapat endapan garam pada air kapur. Ketika air kapur (Ca(OH)2) direaksikan dengan CO2 yang dihasilkan oleh ekspirasi pernapasan kita akan menghasiulkan garam (CaCO3) dan air (H2O). Garam inilah yang menyebabkan air kapur menjadi keruh.

3. Buatlah persamaan reaksi yang terjadi di dalam air kapur tersebut
Ca(OH)2 + CO2 ===> CaCO3 + H2O

4. Dengan demikian apa yang menyebabkan kekeruhan pada air kapur?
Endapan garam Kalsium Karbonat (CaCO3).

5. Rumuskan kesimpulanmu tentang percobaan ini!
Kesimpulan dari hasil percobaan ini adalah dapat dibuktikan bahwa setelah kita menghirup oksigen akan dihembuskan karbon dioksida, hal ini ditunjukkan pada perubahan air kapur yang awalnya jernih kemudian berubah menjadi keruh setelah berikatan dengan karbondioksida. Warna kapur yang keruh itulah yang menjadi bukti nyata hasil dari endapan reaksi air kapur dengan karbondioksida.

B. KAPASITAS VITAL PARU-PARU
Pendahuluan
Bernapas adalah menghirup udara (inspirasi) dan mengeluarkan udara (ekspirasi). Volume udara pernapasan biasa (volume tidal/VT) adalah sebesar 500 cc. Udara komplementer (UK) adalah udara yang masih bisa dimasukkan setelah melakukan inspirasi biasa. Kapasitas vital paru-paru adalah kemampuan maksimal paru-paru dalam menampung udara pernapasan (KV).

Tujuan
1. Mengetahui dan menghitung kapasitas vital paru-paru
2. Membedakan kapasitas vital paru-paru laki-laki dan perempuan
3. Membedakan kapasitas paru-paru olahragawan dan bukan olahragawan

Alat dan bahan1. Jerigen 5 liter
2. Selang plastik diameter 2 cm
3. Baskom plastik bundar
4. Tissue

Cara kerja
1. Pasang perangkat percobaan seperti gambar dibawah ini!

2. Beri tanda pada jerigen setiap 5 ml dengan mengisi air menggunakan gelas ukur

3. Isi penuh jerigen dengan air













4. Tiup pipa atau selang air dengan cara hirup napas sekuat-kuatnya dan hembuskan sekencang-kencangnya. (cat: hanya sekali hembusan)














5. Ukur volume udara yang terisi pada gelas erlemayer



















6. Ulangi sebanyak 3 kali
7. Catat hasil pengamatanmu pada tabel hasil pengamatan!


Hasil pengamatan!
No.
Nama
Percobaan kapasitas
Rata-rata
I
II
III
1
Siswa A
4
3,8
3,9
3,9
2
Siswa B
2,8
2,5
2,5
2,6
3
Siswa C
2,6
2,7
2,6
2,6

Analisis Data
1. Menurut pendapatmumu, apakah kapasitas vital paru-paru mu termasuk kategori yang ideal?
Siswa A : iya
Siswa B : tidak
Siswa C : tidak

2. Bandingkan rata-rata kapasitas vital antara laki-laki dan perempuan, apakah terdapat perbedaan? Mengapa demikian?
Berbeda. rata-rata kap. Paru-paru laki-laki: 6liter, sedangkan wanita 4.7liter.
pada umumnya kap paru" wanita 25% lebih rendah dari laki-laki. Hal ini dikarenakan laki-laki melakukan aktivitas-aktivitas yang lebih berat ketimbang wanita, sehingga membutuhkan oksigen yang lebih banyak pula.

3. Bandingkan rata-rata kapasitas vital olahragawan dengan non olahragawan, apakah terdapat perbedaan? Mengapa demikian?
Ada karena olahragawan terlatih untuk melakukan pernapasan lebih dalam daripada pernapasan biasa, berbeda dengan non olahragawan yang jarang dilatih. Ketika seseorang sedang berolahraga, tubuh menggunakan energi. Tentunya ketika energi ini habis maka beliau akan memerlukan energi tambahan. Berdasarkan proses metabolisme, untuk menghasilkan energi diperlukan adanya gas O2. Maka beliau akan bernapas lebih dalam daripada yang biasa agar mendapat kebutuhan energi yang banyak. Inilah mengapa olahragawan memiliki kapasitas vital paru-paru yang lebih besar daripada non olahragawan.

4. Menurut pendapatmu apakah kapasitas vital paru-paru seseorang dapat di tingkatkan dengan latihan atau olah raga secara teratur? Jelaskan pendapatmu!
Bisa. Dengan olahraga teratur, kita akan terbiasa menggunakan pernapasan perut berbeda dengan pernapasan dada yang sering kita lakukan. Pernapasan perut akan membuat kita mengambil gas O2 lebih banyak daripada pernapasan dada. Sehingga bisa menaikkan kapasitas vital paru-paru.

5. Faktor apa saja yang mempengaruhi kapasitas vital seseorang?
Usia : Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan manula. Semakin bertambah usia, intensitas pernapasan akan semakin menurun
Jenis kelamin : Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan perempuan
Suhu tubuh : Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat
Posisi tubuh : Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan posisi diam. frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk. Frekuensi pernapasan posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap.
Aktivitas : Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat

6. Rumuskan kesimpulanmu tentang percobaan ini
Kapasitas vital setiap orang berbeda-beda. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, misalnya usia, posisi tubuh, jenis kelamin, dan suhu tubuh. Namun kapasitas vital seseorang dapat ditingkatkan dengan cara berolahraga secara teratur.

C. PERNAPASAN PADA SERANGGA
PendahuluanSerangga bernapas dengan menggunakan tabung udara yang disebut trakea. Udara keluar masuk ke pembuluh trakea melalui lubang kecil setiap ruas-ruas tubuh yang disebut stigma atau spirakel. Udara dari spirakel melewati trakea, menuju ke trakeol dan trakeolus. Trakeolus berukuran halus yaitu 0,1 nano meter, ujungnya berbatasan dengan sel-sel tubuh, sehingga langsung terjadi difusi gas.

Tujuan
1. Membuktikan bahwa pernapasan pada seranga membutuhkan oksigen
2. Melihat faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada serangga pada saat bernapas

Alat dan bahan
1. Respirometer sederhana
2. Timbangan
3. 2 ekor belalang (kumbang, capung, dll)
4. Kristal NaOH / KOH
5. Eosin / Tinta
6. Kapas / tissue
7. Pipet atau sirink

Cara kerja
1. Bungkuslah NaOH dengan tissue atau kapas, dan letakkan dalam tabung respirometer
2. Timbanglah berat 2 ekor serangga dan masukkan dalam tabung respirometer









3. Rangkai alat respirometer kemudian pada ujung pipa kapiler teteskan eosin, tutup dengan ibu jari

4. Amati dan catat perubahan kedudukan eosin pada pipa berskala setiap 2 menit selama 10 menit













5. Lakukan percobaan yang sama dengan dengan hewan yang beratnya berbeda
6. Catat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan

Gambar Rangkaian Respirometer



Hasil Pengamatan!
Jumlah hewan
Nama hewan
Berat
Skala kedudukan
I
II
III
IV
V
2
Belalang
0,3 gr
31
50
65
70
73
2
Jangkrik
0,4 gr
19
40
40
40
40


Analisis Data
1. Apa yang menyebabkan terjadinya pergerakan pada eosin?
Hewan bernapas mengambil gas O2 pada respirometer, selain mengambil gas beliau juga mengeluarkan gas CO2. Gas CO2 ini akan diserap oleh senyawa KOH yang menyebabkan terjadinya penyusutan udara. Ketika ada cairan yang diteteskan di ujung respirometer maka cairan tersebut akan terisap/tertarik ke arah serangga.

2. Apa fungsi penambahan NaOH/KOH pada perangkat respirometer sederhana tersebut?
Berguna untuk mengikat CO2 agar tidak menganggu jalannya kegiatan respirasi.

3. Apakah ada kaitan antara berat badan serangga dengan kecepatan respirasinya? Jelaskan pendapatmu?
Ada. Karena semakin berat tubuh jangrik, akan semakin membutuhkan oksigen. Seperti halnya manusia apabila dia berbadan gemuk dia akan bernafas cepat.

4. Apakah ada kaitan antara jenis serangga dengan kecepatan respirasinya?
Ada. Kecepatan respirasi pada Belalang lebih cepat dibandingkan kecepatan respirasi pada jangkrik.

5. Rumuskanlah kesimpulanmu tentang percobaan ini!
Berdasarkan hasil pengamatan dapat ditarik kesimpulan bahwa KOH/NaOH dapat membantu mempercepat proses pernapasan pada belalang karena berfungsi sebagai pengikat CO2. Selain itu terdapat hubungan antara berat serangga dengan kecepatan pernapasannya. Semakin berat tubuh belalang maka semakin benyak O2 yang dibutuhkan sehingga makin cepat respirasinya. Sebaliknya semakin ringan maka semakin sedikit O2 yang dibutuhkan sehingga makin lambat respirasinya.


D. FREKUENSI PARU-PARU
Tujuan
Mengetahui perbedaan frekuensi pernapasan pada aktivitas yang berbeda

Alat dan bahan
Stopwatch

Cara kerja

1. Ukurlah frekuensi bernapas Anda ketika sedang duduk dalam waktu 1 menit
2. Lakukan kegiatan pada nomor 1 sebanyak 3 kali
3. Ukurlah frekuensi bernapas Anda dalam waktu 1 menit setelah berjalan selama 10 menit
4. Lakukan kegiatan pada nomor 2 sebanyak 3 kali (percobaan menit ke-2 dan ke-3 tidak usah berjalan lagi)
5. Ukurlah frekuensi bernapas Anda dalam waktu 1 menit setelah berlari selama 10 menit
6. Lakukan kegiatan pada nomor 4 5 sebanyak 3 kali (percobaan menit ke-2 dan ke-3 tidak usah berlari lagi)

Hasil pengamatan!
Aktivitas
Menit 1
Menit 2
Menit 3
Duduk
22
23
23
Berjalan
32
33
33
Lari
48
46
45

Pertanyaan!
1. Aktivitas manakah yang menunjukkan frekuensi pernapasan paling lambat?
Saat duduk
2. Aktivitas manakan yang menunjukkan frekuensi pernapasan paling cepat?
Saat berlari
3. Apa yang menyebabkan perbendaan frekuensi pernapasan saat duduk dan setelah berlari?
Karena saat berlari tubuh aktivitas metabolisme dalam tubuh meningkat sehingga harus bernapas lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen
4. Rumuskan kesimpulanmu!
Frekuensi pernapasan manusia dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya yaitu aktivitas yang sedang dilakukan. Ketika sedang duduk kita melakukan pernapasan biasa (pernapasan tidal) dimana kita tidak perlu mempercepat atau memperlambat frekuensi pernapasan karena kebutuhan oksigen masih tercukupi. Lain halnya ketika kita sedang berjalan atau berlari. Ketika sedang berjalan atau berlari aktivitas metabolisme dalam tubuh meningkat karena untuk menghasilkan energy, kebutuhan akan oksigen juga meningkat sehingga frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan ketika duduk.


IV. PENUTUP
A. Saran
Percobaan Kapasitas Paru-paru
- Ketika percobaan berlangsung, diperlukan kerja sama antar anggota kelompok dalam setiap kali pengukuran kapasitas paru-paru. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah adanya salah pengukuran kapasitas paru-paru.
- Penggunaan selang yang diameternya lebih lebar dapat meningkatkan keakuratan dalam hasil percobaan.
Pernapasan Serangga
- Jumlah kadar NaOH/KOH dalam tabung lebih diperbanyak lagi supaya ketika eosin ditetesi, kadar CO2 tidak terlalu banyak di dalam tabung.
- Bagi anda yang berminat untuk melakukan percobaan ini, kami menyarankan untuk menambah variasi insecta lainya. Kami juga menyarankan agar lebih teliti dalam pembacaan skala pada respirometer.
- Pada saat membungkus NaOH dengan kapas, kami harapkan agar lebih hati-hati. Karena jika tersentuh kulit akan membuat kulit kita gatal.

DAFTAR PUSTAKA

www.fokusoha.com



0 komentar: